Menu

Mode Gelap
Kesbangpol Terima SK MIO PD Jakarta Utara, Pers Didorong Jaga Demokrasi dan Stabilitas Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 11/Pasar Kemis Patroli Malam Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Matraman Aman dan Kondusif Komitmen Transparansi dan Integritas, Lanal Bengkulu Selenggarakan Penandatanganan Pakta Integritas Caba-Cata PK TNI AL TA. 2026 Sinergi Jaga Malam, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli dan Siskamling Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Personel Kodim 0501/JP Laksanakan Cuti Tahunan, Tetap Siap Jaga Kondusifitas Wilayah Jakarta Pusat

News

Pakar Komunikasi : Hoaks Ancam Kepercayaan Publik dan Stabilitas Ekonomi Nasional

badge-check


Pakar Komunikasi : Hoaks Ancam Kepercayaan Publik dan Stabilitas Ekonomi Nasional Perbesar


Jakarta, Kilas Negeri – 29 Juli 2025 – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara, Algooth Putranto, mengingatkan pentingnya edukasi verfikasi informasi publik di tengah derasnya arus hoaks yang kini bahkan menyasar sektor strategis seperti maritim. Peringatan ini disampaikan Algooth menyusul merebaknya hoaks pada pertengahan Juni kemarin mengenai kapal tunda JKW Mahakam dan tongkang Dewi Iriana yang diklaim milik mantan Presiden Joko Widodo dan mengangkut nikel dari Raja Ampat.

Narasi yang sempat viral di berbagai platform media sosial itu sendiri telah resmi dinyatakan sebagai hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak perusahaan pemilik kapal dan bahkan oleh Presiden Joko Widodo sendiri dan kemudian dimuat oleh berbagai media massa nasional. “Kasus JKW Mahakam ini bukan hanya soal berita bohong, tapi cermin betapa rapuhnya ekosistem informasi publik kita. Dalam hitungan jam, narasi palsu bisa membentuk persepsi, menciptakan kemarahan, bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan swasta maupun institusi negara,” ujar Algooth dalam pernyataannya di Jakarta (29/7).

Menurutnya, fenomena semacam ini menggambarkan apa yang disebut para ahli sebagai information disorder, alias gangguan informasi. “Kasus ini jelas masuk kategori disinformation karena berita palsu yang dirancang dengan sengaja untuk menyesatkan publik,” tambah Algooth.

Lebih jauh, Algooth menjelaskan bahwa disinformasi kini menjadi ancaman terhadap keamanan ekonomi dan stabilitas kepercayaan publik, terutama ketika isu-isu palsu berhasil merebut ruang utama pemberitaan. Kerugian akibat hoaks ini pun tak main-main, dari kerusuhan sosial, konflik politik hingga kerugian finansial ratusan triliun rupiah seperti yang pernah disampaikan oleh Kominfo di tahun 2021 silam. “Begitu hoaks menguasai ruang percakapan digital, isu faktual seperti pembangunan industri maritim yang berkelanjutan juga dapat tenggelam,” paparnya.

Namun, Algooth menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus berakar pada literasi digital dan partisipasi publik. “Melawan hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau media, tetapi juga tanggung jawab setiap warga digital. Literasi digital telah menjadi kompetensi kewargaan digital (digital citizenship competencies) yang wajib dimiliki,” ujarnya.

Sektor maritim, sebagai tulang punggung ekonomi biru Indonesia, juga harus dilindungi dari ancaman disinformasi. Karena setiap hoaks yang menyerang sektor strategis bukan sekadar serangan terhadap nama baik individu atau perusahaan, tetapi juga terhadap kepercayaan pasar, investasi, dan stabilitas ekonomi nasional. “Saya percaya, dengan kombinasi antara verifikasi media, respons cepat lembaga resmi, dan peningkatan literasi publik, kita bisa membangun ekosistem informasi yang lebih sehat dan tangguh untuk menghadapi badai hoaks,” tegasnya.

Loading


Baca Lainnya

Musyawarah Nasional VII MES Rosan Terpilih Gantikan Erick

11 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dukung Kesiapan Nataru, Pelita Air Pastikan Implementasi Diskon Tiket dan Kesiapan Armada dalam Tinjauan BP BUMN

26 Desember 2025 - 08:17 WIB

IMO Apresiasi Penunjukan Indonesia sebagai Calon Presiden Dewan HAM PBB

25 Desember 2025 - 12:33 WIB

Hadiri Operasi Lilin Jaya, Kajari Jakut Syahrul : Nataru Terjaga, Kondusif dan Aman

24 Desember 2025 - 00:35 WIB

GEMAH : Gugatan PT CMNP Terhadap PT MNC Group Salah Alamat dan “Error in Persona”

20 Desember 2025 - 09:43 WIB

Trending di News