Kilas Negeri – Jargon Jaga Jakarta+ yang diprakarsai oleh Pemerintah Daerah DKJ Jakarta serta Kepolisian Daerah Metro Jaya merupakan jargon agar warga Jakarta serta sekitarnya lebih awas serta saling menjaga diri, sesama warga serta lingkungan dari kelompok yang menyebabkan situasi yang sangat tidak kondusif di lingkungan warga Jakarta
Jargon Jaga Jakarta+ serta Warga Jaga Warga merupakan buntuk dari kerusuhan pada akhir Agustus yang menyebabkan situasi di Kota Jakarta meenjadi tidak kondusif serta menghidupkan Kembali kelompok – kelompok anarkis yang memang memiliki niat buruk untuk membuat kondisi yang semakin mencekam di lingkungan Jakarta.

Tokoh Ex-Napiter yan merupakan mantan Bupati Negara Islam Indonesia (NII) di Tangerang Selatan mengatakan bahwa jargon Jaga Jakarta+ dan Warga Jaga Warga tersebut merupakan Langkah baik untuk menumbuhkan kesadaran dalam tubuh masyarakat betapa pentingnya rasa aman serta nyaman didalam bermasyarakat sehingga masyarakat sendiri akan saling menjaga sesame masyarakat dan terhindar dari provokasi serta situasi yan dapat merugikan masyarakat itu sendiri.
Memang jika kita ketahui bahwa pada akhir bulan Agustus kemarin terjadi kerusuhan di beberapa titik di Jakarta serta kota – kota lainnya yang membuat situasi didalam kota Jakarta menjadi mencekam, sehingga dinaikan nya jargon “Jaga Jakarta” dan “Warga Jaga Warga” yang dapat menumbuhkan rasa saling menjaga diantara masyarakat.
![]()





















