Menu

Mode Gelap
Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 11/Pasar Kemis Patroli Malam Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Matraman Aman dan Kondusif Komitmen Transparansi dan Integritas, Lanal Bengkulu Selenggarakan Penandatanganan Pakta Integritas Caba-Cata PK TNI AL TA. 2026 Sinergi Jaga Malam, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli dan Siskamling Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Personel Kodim 0501/JP Laksanakan Cuti Tahunan, Tetap Siap Jaga Kondusifitas Wilayah Jakarta Pusat Babinsa Koramil 14/Panongan Ajak Pemuda Siapkan Masa Depan Bangsa Melalui Komsos

Mitra Ormas & LSM

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru(GPIB) DPW Provinsi DKI Jakarta Berkoloborasi Bersama SMAN 49 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Radikalisme di Era Digital

badge-check


Gerakan Pendidikan Indonesia Baru(GPIB) DPW Provinsi DKI Jakarta Berkoloborasi Bersama SMAN 49 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Radikalisme di Era Digital Perbesar


JAKARTA, 17 Desember 2025 –Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW PROVINSI DKI Jakarta bersama SMAN 49 Jakarta menyelenggarakan acara penyuluhan anti Bullying dan Kekerasan dalam lingkungan Sekolah (PABK) dan penyuluhan tentang Radikalisme dalam lingkungan Sekolah di Era Digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di sekolah. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompenten dari instasi terkait.

Bagian pertama penyuluhan berfokus pada anti-bullying dan kekerasan dalam sekolah dengan narasumber Mia Kusmiyati, SE, M.AP dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta. Dalam sesinya, Mia menjelaskan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying. Dia juga memberikan panduan praktis kepada siswa tentang cara mengidentifikasi, mencegah, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak sekolah atau otoritas yang berwenang.

“Kita harus menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa adanya ketakutan akan intimidasi atau kekerasan,” ujar Mia. Dia menambahkan bahwa peran setiap individu, baik siswa, guru, maupun orang tua,Komite Sekolah yg sangat penting dalam menciptakan budaya anti-bullying di sekolah.

Setelah sesi anti-bullying, acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang pencegahan redikalisme dalam lingkungan sekolah di era digital yang dibawakan oleh Anggota Komisi C yg juga sebagai Penasehat DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, SH, MH. August menjelaskan bagaimana paham radikal dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform digital lainnya, serta dampaknya terhadap keutuhan bangsa dan keharmonisan masyarakat.

“Di era digital ini, kita harus waspada terhadap penyebaran informasi yang salah dan paham yang berbahaya. Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis dan mampu membedakan antara informasi yang benar dan salah,” kata August. Dia juga mengajak siswa untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, dan gotong royong di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd, menyampaikan terima kasih kepada GPIB DPW DKI Jakarta & Ketum DPP GPIB Ir.Agung Karang dan narasumber yang telah memberikan waktu dan pengetahuan mereka untuk acara ini. “Terima Kasih kepada Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, kepada Ketua GPIB Jakarta Selatan, Kepada Pak August Hamonangan ,Ibu Mia Kusmiyati, SE, M.AP dan kepada Pak Dandy serta tim, yang sudah hadir, memberikan pencerahan kepada anak-anak kami, siswa SMA Negeri 49 Jakarta, berkait dengan sosialisasi anti-bullying dan tindakan kekerasan. Mudah-mudahan anak-anak setelah ini semuanya paham dan bisa menularkan informasinya kepada teman-temannya di sekolah, maupun di rumah, di lingkungan rumah. Karena namanya anti-bullying, namanya bullying bisa terjadi dimana saja, bukan hanya di sekolah, bahkan di lingkungan rumah pun saya yakin bisa saja terjadi,”ujarnya.

“Maka dengan informasi ini, mudah-mudahan anak-anak sekalian bisa saling sharing pencegahan terhadap kegiatan bullying dan juga tindakan kekerasan, bahwa kalian punya semangat untuk anti-bullying dan anti-tindakan kekerasan,”imbuh Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd.

Maka dengan informasi ini, mudah-mudahan anak-anak sekalian bisa saling sharing pencegahan terhadap kegiatan bullying dan juga tindakan kekerasan, bahwa kalian punya semangat untuk anti-bullying dan anti-tindakan kekerasan. ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh siswa dari Kelas X dan Kelas XI, serta para pengurus Gerakan Pendidikan Indonesia Baru antara lain Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd, Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Capryanto, SH, MH, Wakil Ketua DPW Sonya Simorangkir, Sekretaris DPW Nurhayati, Bendahara DPW Rahayu Desy Leni SE, Wakil Bendahara DPW Lina Herlina, OKK DPW Suhana, Ketua GPIB DPC Jakarta Selatan Karolina Wasni dan OKK DPC Jakarta Selatan Neneng Jayanti.

“Ya kegiatan ini sangat baik ya, saya support dan tentunya dari Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dan tentunya juga nilai-nilai kearifan lokal yang ada di DKI Jakarta, diajak yang namanya organisasi pendidikan, khususnya tadi yang disebutkan adalah Gerakan Pendidikan Indonesia Baru yang ada di DKI Jakarta. Ini bagus sekali acara ini dan kalaupun terkait nanti bagaimana pengembangan di sekolah-sekolah lain, saya sangat mendukung, bila perlu sesi-sesi ini tetap dilanjutkan, teman-teman GPIB juga tetap semangat, jangan khawatir kalau perlu nanti perlu penambahan anggaran untuk kegiatan-kegiatan ataupun hibah, saya siap untuk memperjuangkan di DPR DKI Jakarta,” tutur Anggota Komisi C dan Penasehat Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, SH, MH. Yang menjadi salah satu narasumber pada PABK di SMAN 49 Jakarta, Rabu, (17/12/2025).

“Tadi sudah disampaikan juga, ini penting jangan setelah ada kejadian baru yang namanya teman-teman ASN, Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan baru kebakaran jenggot, baru sibuk. Langkah-langkah antisipasi pencegahan yang dilakukan oleh GPIB, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru patut dicontoh dan patut didukung dan ini tentunya bisa menjadi ujung tombak untuk menyampaikan bahwa bibit-bibit radikalisme itu tidak jauh dari lingkungan sekolah, tidak jauh dari lingkungan adik-adik, siswa-siswi kita. Harus benar-benar kita tanamkan, mereka bisa memagari tentunya dengan pengertian-pengertian pemahaman yang kita berikan melalui penyeluruhan di sekolah-sekolah,”ucapnya.

Ditempat yang sama Ibu Mia Kusmiyati, SE, M.AP dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta mengatakan, “Gerakan Pendidikan Indonesia Baru bagus mengerjakan program-program ini, karena kami dari Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menyentuh semua lapisan sekolah dan sekarang lagi maraknya kasus SMA 72 terkait bullying dan kami juga dari Pemprov DKI Jakarta, kami siap berkolaborasi ini dengan GPIB dan sukses lalu,”ucapnya.

Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang setelah penyuluhan mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA Pak Dandy Capryanto, SH, MH, yang mana saat ini baru saja selesai melaksanakan penyuluhan anti bullying dan kekerasan, yang merupakan roadshow GPIB ke sekolah-sekolah yang ada di seluruh Jakarta, ini yang kedua kali sekolah yang kami kunjungi, sekolah yang pertama di SMA Negeri 53, kegiatan ini sampai bulan Februari kami keliling, Februari tahun depan, kami keliling roadshow, dimana mengharapkan agar terwujud suatu ahlak dan moral serta karakter daripada anak-anak Murid supaya berkarakter yang baik dan tidak mengadakan bullying maupun kekerasan,”beber Ir.Agung Karang Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ke awak media.

Sedangkan Dandy Capryanto, SH, MH, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta ke awak media mejelaskan bahwa kegiatan yang kami sebutkan adalah penyuluhan anti bullying dan Kekerasan, ini sebenarnya atas dasar dari fenomena yang terjadi, Kita ketahui bersama di SMA 72 Jakarta kemarin dan hasil survei dan hasil penelitian salah satu yang paling penting adalah membuktikan diperlukannya ada penyuluhan-penyuluhan seperti ini, di beberapa sekolah dan hampir semua sekolah di DKI ataupun semua sekolah di Indonesia ini harus lebih berjalan dengan sistematik.

“Jadi artinya dari penyuluhan-penyuruhan seperti ini sebenarnya dari kejadian kemarin itu sebenarnya alarm, Alarm buat pemerintah bahwa ada sesuatu yang terjadi, yang mungkin barangkali pemerintah memerlukan lebih turun ke bawah, maka kami hadir kami organisasi GPIB untuk menjadi perpanjangan tangan melaksanakan kegiatan penyuluhan ini, jadi saya kira kami berterima kasih kepada Bapak
Anggota Dewan kami Bapak August tamu undangan dan terlebih khusus Bapak Ketua Umum, yang sudah mengorganisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru ini dengan baik, supaya nanti kegiatan ini bisa terus konsisten kita laksanakan,”jelasnya.

Dia lebih lanjut menyampaikan, karena bullying itu sendiri ternyata tidak berdiri sendiri itu mungkin ada juga ada faktor-faktor lain, bisa juga karena ada pemahaman radikalisme, ekstrim kanan ataupun ada permasalahan ekonomi dan itu memang perlu didiskusikan antara sekolah komite sekolah dengan anak-anak itu sendiri.

“Jadi Kami hadir di sini sifatnya adalah untuk menjadi jembatan pemerintah dalam melaksanakan pencerahan tentang anti bullying ini bisa terserap oleh semua siswa-siswa dan masyarakat,”tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah dan mengantisipasi terjadinya bullying serta tindakan kekerasan dalam lingkungan sekolah SMAN 49 Jakarta, Seperti Mottonya SMAN 49 harus punya karakter yang unggul dan juga akhlak yang mulia.

Yang berati SMAN 49 Jakarta Unggul dalam prestasi akademik maupun non akademik, tapi juga harus berakhlak yang mulia dan karakter yang baik.Sehingga kesuksesan akan didapatkan dunia maupun akhirat.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak Sekolah SMAN 49 Jakarta dan Para narasumber, acara dihadiri pula oleh ibu Aziza kasi SMP SMA, Ibu Yuni Kasatlak, ibu Ana kasubbag TU, Ibu Yuli wakil kepsek, ibu Carolina ketua DPC GPIB JKT Selatan.Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Loading


Baca Lainnya

GPIB Gandeng SMPN 167, Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Sekolah

14 Januari 2026 - 09:16 WIB

GPIB DPW DKI Jakarta Berkolaborasi dengan SDN 16 Klender Gelar Penyuluhan Anti-Bullying

8 Januari 2026 - 08:57 WIB

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta Berkolaborasi dengan SMAN 11 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Radikalisme di Era Digital

7 Januari 2026 - 13:44 WIB

GPIB SELENGGARAKAN ACARA DONOR DARAH, AJAK MASYARAKAT BERKONTRIBUSI UNTUK SESAMA

6 Januari 2026 - 11:05 WIB

Novi Nurwanto : Alangkah Baiknya Perayaan Malam Tahun Baru Diisi Dengan Acara Doa Bersama

30 Desember 2025 - 19:58 WIB

Trending di Mitra Ormas & LSM