Menu

Mode Gelap
Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 11/Pasar Kemis Patroli Malam Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Matraman Aman dan Kondusif Komitmen Transparansi dan Integritas, Lanal Bengkulu Selenggarakan Penandatanganan Pakta Integritas Caba-Cata PK TNI AL TA. 2026 Sinergi Jaga Malam, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli dan Siskamling Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Personel Kodim 0501/JP Laksanakan Cuti Tahunan, Tetap Siap Jaga Kondusifitas Wilayah Jakarta Pusat Babinsa Koramil 14/Panongan Ajak Pemuda Siapkan Masa Depan Bangsa Melalui Komsos

Seputar Lingkungan Hidup

Dorong Generasi Muda Peduli Biodiversitas, Belantara Foundation Gelar Pendataan Biodiversitas di Kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan

badge-check


Dorong Generasi Muda Peduli Biodiversitas, Belantara Foundation Gelar Pendataan Biodiversitas di Kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan Perbesar


Belantara Foundation berkolaborasi dengan Gaia Indonesia, Himpunan Mahasiswa Biologi Helianthus FMIPA dan Wapalapa Universitas Pakuan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi masyarakat khususnya generasi muda terkait mendata dan mengidentifikasi biodiversitas yang meliputi satwa burung, amfibi dan reptil di kawasan perkotaan yang dikemas melaui kegiatan Belantara Biodiversity Class pada Sabtu, 20 Desember 2025 di kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.

Tujuan utama Belantara Biodiversity Class adalah meningkatkan kesadaran (awareness) dan pemahaman masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya menjaga dan melestarikan biodiversitas yang ada di sekitar mereka khususnya di kawasan perkotaan. Tujuan lain dari kegiatan ini yaitu membantu mendata dan mengidentifikasi potensi satwa liar seperti burung, amfibi dan reptil yang ada di kawasan Tebet Eco Park.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna pada sambutannya mengatakan bahwa Tebet Eco Park dipilih menjadi lokasi kegiatan karena merupakan taman kota yang luasnya 7,3 hektar ini memiliki potensi menjadi habitat berbagai jenis fauna burung serta amfibi dan reptil. Selain itu, taman kota yang telah direvitalisasi pada tahun 2021 dan resmi dibuka kembali pada April 2022 ini juga lokasinya sangat strategis serta memiliki fasilitas yang cocok untuk kegiatan edukasi dan penyadartahuan. Dua kawasan taman yang awalnya terpisah dan berseberangan – Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan, kini telah menjadi satu taman terpadu yang mengusung konsep harmonisasi antara fungsi ekologi, sosial, edukasi dan rekreasi.
“Oleh karenanya, amat penting dilakukan pendataan potensi biodiversitas seperti jenis-jenis burung, amfibi dan reptil sebagai bahan monitoring dan evaluasi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di taman tersebut” ujar Dolly, yang juga merupakan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Dolly yang juga​ anggota Commission on Ecosystem Management IUCN menambahkan, keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan seperti Tebet Eco Park ini dapat dijadikan sebagai laboratorium alam, tempat menimba ilmu bagi pelajar khususnya bidang biologi. Selain itu, keberadaan satwa liar ini juga sangat membantu dalam mendukung terjadinya keseimbangan ekosistem di area taman kota tersebut.

Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025-2029, setidaknya terdapat 25 jenis burung, 2 jenis amfibi dan 3 jenis reptil yang berhasil dijumpai di Tebet Eco Park. Data tersebut perlu dilakukan pemutakhiran setiap waktu untuk mengetahui apakah terjadi perubahan terhadap keberadaan jumlah masing-masing jenis tersebut.

Satwa liar seperti burung, amfibi dan reptil memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem. Misalnya, burung dapat membantu dalam penyebaran biji (seeds dispersal). Amfibi dan reptil berperan penting sebagai pengendali hama alami (serangga hama dan tikus). Selain itu, burung, amfibi dan reptil dapat menjadi indikator baik atau tidaknya kualitas lingkungan (bioindikator) dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Seiring pesatnya pembangunan, burung, amfibi dan reptil menghadapi tantangan dan ancaman seperti kehilangan habitat, perburuan dan perdagangan secara ilegal, pencemaran lingkungan, perubahan iklim global, serta kerusakan ekosistem yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan habitat mereka.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kawasan Tebet Eco Park pada Sabtu, 20 Desember 2025 pukul 07.00 – 10.00 WIB, didapatkan 20 jenis burung, 1 jenis amfibi dan 8 jenis reptil. Dari 20 jenis burung yang berhasil diidentifikasi, terdapat 1 jenis burung, yaitu burung betet biasa (Psittacula alexandri) yang masuk ke dalam kategori burung yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), terdapat 2 jenis burung, yaitu burung betet biasa (Psittacula alexandri) berstatus Near Threatened/NT atau hampir terancam punah dan burung kerak kerbau (Acridotheres javanicus) berstatus Vulnerable/VU atau rentan terhadap kepunahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 70 siswa yang berasal dari 30 Sekolah Menengah Atas / sederajat dari Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang.

Tentang Belantara Foundation
Belantara Foundation adalah organisasi nirlaba independen berbasis di Indonesia yang didirikan pada tahun 2014. Belantara memainkan peran penting dalam konservasi lingkungan, restorasi hutan, konservasi satwa liar, dan pengembangan masyarakat berkelanjutan di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Misi Belantara adalah untuk mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan, mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi jangka panjang, meningkatkan penghidupan masyarakat lokal, dan melindungi lingkungan. Pada bulan November 2024, Belantara menjadi Anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN). Informasi lebih lengkap mengenai Belantara Foundation dapat dilihat di www.belantara.or.id.

Loading


Baca Lainnya

Perayaan Hari Ciliwung 2025: Indofood dan GCB Perkuat Aksi Revitalisasi Ciliwung

30 November 2025 - 10:23 WIB

Melalui Panel di IUCN World Conservation Congress 2025: Belantara Foundation dan Universitas Pakuan Dorong Pendekatan Koeksistensi untuk Mitigasi Konflik Manusia-Gajah Sumatra

21 Oktober 2025 - 11:22 WIB

Belantara Foundation Ajak Generasi Muda Lestarikan Biodiversitas pada IUCN World Conservation Congress 2025 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

15 Oktober 2025 - 21:24 WIB

IUCN World Conservation Congress 2025: Belantara Foundation dan Conservation Allies Tandatangani Piagam Kerja Sama untuk Konservasi Gajah Sumatra

13 Oktober 2025 - 15:55 WIB

Implementasi Insun Medal Insun Madangan: Masyarakat Maju, Makmur, dan Sejahtera

12 September 2025 - 02:57 WIB

Trending di Seputar Lingkungan Hidup