Menu

Mode Gelap
Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 11/Pasar Kemis Patroli Malam Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Matraman Aman dan Kondusif Komitmen Transparansi dan Integritas, Lanal Bengkulu Selenggarakan Penandatanganan Pakta Integritas Caba-Cata PK TNI AL TA. 2026 Sinergi Jaga Malam, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli dan Siskamling Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Personel Kodim 0501/JP Laksanakan Cuti Tahunan, Tetap Siap Jaga Kondusifitas Wilayah Jakarta Pusat Babinsa Koramil 14/Panongan Ajak Pemuda Siapkan Masa Depan Bangsa Melalui Komsos

News

IMO Apresiasi Penunjukan Indonesia sebagai Calon Presiden Dewan HAM PBB

badge-check


IMO Apresiasi Penunjukan Indonesia sebagai Calon Presiden Dewan HAM PBB Perbesar


Jakarta, Kilas Negeri — Ikatan Media Online (IMO) Indonesia menyampaikan apresiasi setingging-tingginya dan rasa kebanggaan atas ditunjuknya Indonesia sebagai calon Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail menilai penunjukan tersebut merupakan sebuah pengakuan internasional atas kesanggupan dan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia di tingkat global.

Yakub meyakini bahwa kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari diplomasi panjang, peran aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional, serta komitmen berkelanjutan dalam mendorong prinsip keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.

“Sehingga, harus diakui bahwa penunjukan Indonesia sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB merupakan capaian strategis sekaligus kehormatan besar bagi bangsa Indonesia. Hal ini menegaskan posisi penting Indonesia sebagai negara demokratis yang mempunyai reputasi moral dan politik dalam isu-isu hak asasi manusia di tingkat global,” kata Yakub di Jakarta, Kamis (25/12).

Yakub juga mengatakan bahwa peran Indonesia selama ini dalam mengadvokasi isu-isu kemanusiaan, termasuk perdamaian dunia dan perlindungan kelompok rentan, menjadi modal penting dalam kememimpinan Dewan HAM PBB yang lebih inklusif dan berimbang.

Menurutnya, posisi strategis Indonesia ini harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar, bukan semata prestise diplomatik.

Indonesia, kata dia, dituntut untuk menjadi jembatan dialog antarbangsa, terutama di tengah meningkatnya konflik, pelanggaran HAM, dan polarisasi global.

“Indonesia tentu saja, dalam kesempatan emas ini, diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang moderat, objektif, dan berorientasi pada solusi. Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus tercermin dalam kepemimpinan Dewan HAM PBB, dengan menjunjung tinggi keadilan tanpa standar ganda,” pungkasnya.

Loading


Baca Lainnya

Musyawarah Nasional VII MES Rosan Terpilih Gantikan Erick

11 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dukung Kesiapan Nataru, Pelita Air Pastikan Implementasi Diskon Tiket dan Kesiapan Armada dalam Tinjauan BP BUMN

26 Desember 2025 - 08:17 WIB

Hadiri Operasi Lilin Jaya, Kajari Jakut Syahrul : Nataru Terjaga, Kondusif dan Aman

24 Desember 2025 - 00:35 WIB

GEMAH : Gugatan PT CMNP Terhadap PT MNC Group Salah Alamat dan “Error in Persona”

20 Desember 2025 - 09:43 WIB

TANDATANGANI KONTRAK HAJI LEBIH AWAL, GARUDA INDONESIA & KEMENHAJ OPTIMALKAN KESIAPAN OPERASIONAL HAJI 2026

18 Desember 2025 - 08:32 WIB

Trending di News