Menu

Mode Gelap
Intensifkan Keamanan Wilayah Koramil 11/Pasar Kemis Patroli Malam Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Matraman Aman dan Kondusif Komitmen Transparansi dan Integritas, Lanal Bengkulu Selenggarakan Penandatanganan Pakta Integritas Caba-Cata PK TNI AL TA. 2026 Sinergi Jaga Malam, Koramil 04/Jatiasih Gelar Patroli dan Siskamling Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Personel Kodim 0501/JP Laksanakan Cuti Tahunan, Tetap Siap Jaga Kondusifitas Wilayah Jakarta Pusat Babinsa Koramil 14/Panongan Ajak Pemuda Siapkan Masa Depan Bangsa Melalui Komsos

Berita Pendidikan

Sekolah Dasar Negeri 06 Pulogebang dan BKM Jadikan Sampah Jadi Produk Bernilai

badge-check


Sekolah Dasar Negeri 06 Pulogebang dan BKM Jadikan Sampah Jadi Produk Bernilai Perbesar


 

JAKARTA TIMUR, 13 JANUARI 2026 – SDN 06 Pulogebang bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) menyelenggarakan acara edukasi pengelolaan sampah sekaligus meluncurkan “Go Green 06” di Jl. Komarudin Lama, RT.9/RW.5, Kecamatan Cakung. Bertema “Buat Sampah Jadi Berkah”, kegiatan ini diikuti oleh siswa, orang tua murid, komite sekolah, dan guru.

Acara dibuka oleh Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan. Turut hadir dari BKM adalah Ketua Marwan beserta tim pemilah sampah Tri Samiyono, Sudarto, Sugiarto, serta anggota sekretaris Pramuditha Kesumawardhani dan Esty Puspitasari yang memberikan paparan tentang pengelolaan sampah yang efektif.

Pada sesi edukasi, tim BKM menjelaskan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya:

– Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang dapat diolah menjadi pupuk kompos atau biogas.
– Sampah Anorganik Bisa Daur Ulang: Kertas dan karton, botol plastik, kaleng logam, gelas kaca, serta barang elektronik layak diperbaiki atau didaur ulang.
– Sampah Anorganik Tidak Bisa Daur Ulang: Kantong plastik tipis, styrofoam, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis yang tidak dapat diolah kembali.
– Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, dan obat kadaluarsa, yang perlu dikelola secara terpisah untuk menghindari pencemaran.

Sebagai bagian kerja sama, BKM akan melakukan pengumpulan dan penimbangan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas secara rutin dua pekan sekali. Setiap kelas mendapatkan wadah khusus untuk menyimpan mijel yang dikumpulkan siswa dari rumah. Tim BKM akan datang setiap bulan untuk menimbang dan mencatat hasil per kelas. Mijel yang terkumpul akan diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai dan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah serta sekolah. Sebagai bagian dari “Go Green 06”, sekolah akan memasang tempat sampah berwarna berbeda untuk memudahkan pemilahan di setiap area. Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.

Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd menyatakan, “Saya sangat senang karena dengan sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau.” Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga menjadi pembiasaan di rumah siswa.

Ketua Komite SDN 06 Pulogebang Riny Oktavianti mengungkapkan, “Kegiatan ini bagus untuk edukasi anak-anak agar mereka mengerti daur ulang. Harapan kita, dengan program Bank Sampah ini, sekolah bisa maju dan anak-anak paham bahwa menabung sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan.”

Sekretaris Komite Siti Aisyah menjelaskan manfaat edukasi tersebut, “Siswa akan belajar membedakan sampah yang bermanfaat dan tidak. Di Jakarta yang sering mengalami banjir, anak-anak pun bisa mengerti pentingnya membuang dan memanfaatkan sampah dengan benar.”

Bendahara Komite Endang Rahayu menekankan, “Edukasi ini sangat penting untuk anak-anak, orang tua, komite, dan warga sekolah agar mereka memahami lebih dalam tentang sampah.”

Tri Samiyono dari BKM yang mewakili Ketua Marwan menyampaikan tujuan kegiatan, “Kita berfokus pada edukasi masyarakat. Peluncuran ‘Go Green 06’ di SDN 06 Pulogebang menunjukkan bahwa kita bisa menjangkau semua lini. Intinya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan benar ke depannya.” Ia menambahkan bahwa edukasi sejak SD diharapkan dapat mengurangi volume sampah Jakarta yang sudah hampir mencapai tahap darurat.

Esty Puspitasari dari sekretaris BKM menyatakan, “Kita mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat dan siap memberikan edukasi kepada sekolah atau pihak lain yang membutuhkan.”

Bendahara Sekolah Neu Serta Siregar mengungkapkan, “Pengelolaan sampah penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka paham efek buang sampah sembarangan dan manfaat pengelolaan yang baik. Sejak dini kita berikan pendidikan untuk menjaga alam agar tetap asri.”

Loading


Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Sekolah Baru SMPN 192 Jakarta Timur Diperkenalkan Saat Deklarasi Tri Ber School

14 Januari 2026 - 14:14 WIB

GPIB bentuk Satgas Peduli tanggapi kerawanan bencana Indonesia

21 Desember 2025 - 10:24 WIB

Penyuluhan Anti-Bullying Digelar di SMAN 53 Jakarta, Didukung Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DPW DKI Jakarta

12 Desember 2025 - 14:00 WIB

Merawat Kebersamaan Lewat Gerakan: Lima Organisasi Ajak Anggotanya Sehat Bareng di Cempaka Putih

2 Desember 2025 - 00:02 WIB

Di Hari Guru ke 80, Para Orang Tua Murid dan Komite Sekolah di SMAN 53 Jakarta Jadi Petugas Upacara

25 November 2025 - 11:28 WIB

Trending di Berita Pendidikan