JAKARTA TIMUR, RABU (14/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, berlokasi di Komp. PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa kelas VII-VIII serta perwakilan OSIS dan MPK tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.
Acara dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit Ibu Farida Farhah, S.Psi (mewakili Kasudin Wilayah 1 Jakarta Timur), Kepala Sekolah SMPN 167 Tumeri, S.Pd, M.T, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, serta narasumber Dandy Chaprianto H. SH.MH (Ketua DPW GPIB DKI Jakarta), Ketua Komite Sekolah SMPN 167 Jakarta Timur Arief R, Juga hadir pengurus GPIB dari DPP dan DPW DKI Jakarta, serta pengurus Komite Sekolah SMPN 167.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 menggantikan Permendikbud No. 82 Tahun 2015, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan. Peraturan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi seluruh warga sekolah, serta mendefinisikan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi beserta langkah penanganannya.
Roadshow ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, membangun lingkungan inklusif, memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, memberdayakan siswa sebagai agen perubahan, menjamin perlindungan hukum, serta memberikan dukungan bagi korban.
Pada sesi tanya jawab, siswa seperti Shasa Angelica (Kelas VIII G) dan Catur Pamungkas (Kelas VIII B) mengajukan pertanyaan tentang hubungan introversi dengan bullying serta cara menangani isu tersebut di Indonesia.
Untuk mengantisipasi bullying, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berisi formulir pengaduan, tetapi juga memungkinkan siswa untuk melaporkan kondisi suasana hati mereka dengan pilihan jawaban yang akan langsung terkirim ke guru BK jika ada indikasi masalah.
“Alhamdulillah, hari ini SMP 167 dapat tamu luar biasa yang selaras dengan tujuan pendidikan kita. Gerakan ini menyampaikan informasi tentang bullying secara langsung kepada anak-anak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah Tumeri, S.Pd, M.T.
Dia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen untuk lebih tanggap terhadap permasalahan kekerasan di sekolah. Melalui barcode pengaduan, pihak sekolah berusaha menjemput masalah siswa sebelum menjadi lebih serius, dengan harapan tingkat kenakalan anak dapat menurun dan siswa merasa aman belajar.
Sementara itu, Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh Jakarta dan diharapkan dapat berkembang ke daerah lain. “Tujuannya untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman serta mengurangi dampak bullying maupun kekerasan yang sering terlihat di media sosial,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa GPIB adalah wadah pemerhati pendidikan yang terdiri dari berbagai kalangan profesional dan menaungi lebih dari 300 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pada bulan Desember-Januari lalu, organisasi ini meraih peringkat pertama dalam Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, dengan tujuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan baru.
![]()





















