Menu

Mode Gelap
Dukungan ISMAHI untuk Pernyataan Dasco: Perkuat Persatuan di Tengah Dinamika Bangsa Babinsa Cikupa Pantau Harga Sembako, Cabai Capai Rp90 Ribu Persiapkan Pemimpin Kewilayahan Masa Depan, Korem 052/Wkr Jadi Kawah Candradimuka Calon Danrem Tipe A dan B Dandim 0509/Kab. Bekasi Sambut Kunjungan Kerja Mensos RI, Sosialisasi DTSEN Digelar di Gedung Wibawamukti 111 Paket Bingkisan Tersalurkan: SMPN 192 Gelar Acara Berbagi di Bulan Suci Ramadhan Bersama Yatim Piatu dan Dhuafa TNI AL Bersama Forkopimda Kepri Dorong Pimpinan Menjadi Teladan Dalam Pembayaran Zakat

Mitra Pemerintahan

Mendes Yandri Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa, Kolaborasi dengan Kurma Adzwa Farm

badge-check


Mendes Yandri Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa, Kolaborasi dengan Kurma Adzwa Farm Perbesar


JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto berkomitmen membangkitkan peternak di desa sehingga roda ekonomi berputar dan bermanfaat untuk masyarakat setempat. Salah satunya dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Kurma Adzwa Farm, peternakan domba yang menggabungkan pengelolaan modern dengan pendekatan ramah lingkungan.

Kolaborasi ini tidak terbatas pada pengelolaan domba namun juga peningkatan kualitas SDM dalam bidang peternakan. Para remaja desa akan dikirim belajar ke Jepang dan pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya berikut dengan pembangunan sistem peternakan yang tepat.

Hal ini sebagaimana kampanye yang disampaikan Mendes Yandri agar para pemuda berkarya di desa. Tentunya untuk membangun desa mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.

“Ini sudah senafas sama kita. Ini sesuai program kita sekarang yaitu pemuda pulang ke desa. Kita akan kembangkan ekosistem peternakan ini dan kita maksimalkan,” katanya saat audiensi dengan Owner Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kurma Adzwa Farm Ikhsan Davit Wijaya, Senin (26/1/2026).

Gerakan Kurma Adzwa Farm dalam meningkatkan kualitas SDM diapresiasi Mendes Yandri dan didukung dengan kolaborasi yang akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU). Pasalnya Indonesia memiliki peluang besar salah satunya melalui bonus demografi yang tidak membatasi pada pengetahuan dari dalam negeri.

Menurut Mendes Yandri, pendampingan ini harus disertai dengan pemberdayaan untuk memastikan keberlanjutan atas program tersebut. Jika keduanya terlaksana secara maksimal maka dipastikan sukses dan membawa manfaat besar untuk masyarakat desa.

“Jadi ini butuh pendampingan dan pemberdayaan. Kalau didampingi terus tanpa pemberdayaan mereka marah. Kalau kita berdayakan tanpa pendampingan maka hilang itu. Kalau kita kasih model mesti kita kasih pendampingan, kalau kita kasih pendampingan harus ada pemberdayaan,” tutur Mendes Yandri.

Program bersama Kurma Adzwa Farm diharapkan terrealisasi di seluruh Indonesia. Dimulai dari Banten dan Jawa Barat, akan direplikasi ke wilayah lain dengan konsep yang matang.

Teks: Ria/Humas

Loading


Baca Lainnya

Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana

20 Februari 2026 - 12:16 WIB

Di Pelantikan APDESI, Sekjen Kemendagri Kembali Ingatkan Pentingnya Bekerja untuk Masyarakat

16 Februari 2026 - 07:51 WIB

Presiden R.I Resmikan SPPG Polri, Polres Belitung Siapkan 2.642 Penerima Manfaat Siap Dapatkan Makanan Bergizi.

13 Februari 2026 - 06:05 WIB

Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026

11 Februari 2026 - 05:56 WIB

Pastikan Kondusivitas, Personel Koramil 04/Cikupa Patroli Wilayah

7 Februari 2026 - 02:04 WIB

Trending di Mitra Pemerintahan