Jakarta – Sesaat setelah ditetapkannya KUHAP dan KUHP yang baru pada awal tahun ini Maemun selaku Founder Aktivist Connection menyerukan kepada seluruh aktifis di wilayah Jabodetabek untuk turut mengambil peran menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Penetapan KUHP dan KUHAP baru tersebut menimbulkan pembicaraan ditengah masayrakat khususnya dari kalangan Mahasiswa dan Aktivis karena mereka menganggap KUHP dan KUHAP yang baru dapat membuat penegak hukum sangat overpower yang mereka anggap sangat buruk seperti seluruh masyarakat dapat bisa dikenakan pasal apapun. Karena anggapan tersebut banyak kelompok mahasiswa hingga aktivis menolak penetapan KUHP dan KUHAP yang baru tersebut.
Karena itu Maemun juga mengajak para aktifis untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar, informasi yang belum terverifikasi, serta ajakan-ajakan yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat belajar dari berbagai peristiwa yang pernah mengganggu stabilitas keamanan, seperti insiden teror di lingkungan sekolah serta kerusuhan yang sempat memanas di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kewaspadaan kolektif sangat dibutuhkan.
Maemun juga menegaskan bahwa KUHAP dan KUHP yang baru membawa hukum tindak pidana di Indonesia jauh lebih kedepan dan berapdaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu Ia berharap, penetapan KUHAP dan KUHP baru ini dapat memperkuat Indonesia dan menjauhkan masyarakat dari segala bentuk tindak kejahatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
![]()





















