Kodam Jaya Tigaraksa, Kilas Negeri – Kepedulian terhadap lingkungan hidup kembali diwujudkan dalam aksi nyata. Jajaran Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta berhasil menghimpun dan menyerahkan 5.598,2 kilogram limbah elektronik (e-waste) untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang diinisiasi Pangdam Jaya, Deddy Suryadi, sebagai bentuk perluasan makna pengamanan wilayah. Tidak hanya menjaga aspek teritorial, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah perkotaan yang padat aktivitas.

Pengumpulan limbah dilakukan secara terstruktur oleh satuan kewilayahan (Satkowil) dan satuan non kewilayahan (Sat Non Kowil) di lingkungan Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang turut menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik melalui jalur resmi.
Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh Komando Distrik Militer 0510/Tigaraksa dengan total 1.225 kilogram. Satuan ini dipimpin oleh Dandim Yudho Setyono, SH, yang menegaskan komitmen kuat jajarannya dalam mendukung gerakan lingkungan tersebut.
“Pengelolaan limbah elektronik adalah bentuk tanggung jawab moral kita bersama. TNI tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan hidup. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang,” ujar Letkol Inf Yudho Setyono.
Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Kami berkomitmen menjadikan gerakan ini berkelanjutan. Ketika semua pihak bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Selain Kodim 0510/Tigaraksa, kontribusi juga diberikan oleh Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala sebanyak 207,5 kilogram. Secara keseluruhan, lebih dari 5,5 ton limbah elektronik tersebut resmi diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah B3 yang aman dan sesuai regulasi.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa persoalan e-waste merupakan isu serius yang berdampak langsung pada kualitas tanah dan air. “Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga memastikan tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Menurutnya, ini menjadi salah satu gerakan pengumpulan e-waste terstruktur terbesar yang dilakukan oleh satuan TNI di wilayah DKI Jakarta.
DLH menjelaskan bahwa limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan manusia. Namun melalui pengolahan resmi, komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku bernilai ekonomi seperti aluminium, tembaga, hingga emas dari papan sirkuit (PCB).
Penyerahan limbah ditandai dengan pertukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan DLH DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Lebih dari sekadar angka, gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari kepedulian yang diterjemahkan menjadi aksi nyata. Kolaborasi antara institusi pertahanan dan pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan limbah elektronik yang aman dan berkelanjutan.
Sumber : Kodim 0510/ Tigaraksa
![]()





















