Jakarta, Kilas Negeri, 21 Februari 2026 – Isu viral tentang warga yang mengaku tidak mendapatkan layanan dari pengurus RW 013 Papanggo, kawasan perumahan elit di wilayah tersebut, akhirnya mendapat sanggahan tegas dari pihak pengurus dan warga setempat. Ketua RW 013, Trissen Widjaja, memaparkan fakta sebenarnya di kantor RW 013 pada Sabtu (21/2) untuk meluruskan informasi yang beredar.
Trissen menjelaskan, warga yang mengadukan hal tersebut sudah 4 tahun tidak membayar Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL). “RW 13 Papanggo merupakan salah satu kawasan perumahan elit di Papanggo, dan sebagian besar warga kami telah membayar iuran secara teratur – hanya satu warga ini yang tetap tegas tidak mau membayar,” ujarnya.

Menurut Trissen, ada kesepakatan bersama yang disetujui oleh seluruh pengurus, mulai dari RT, tokoh masyarakat, hingga bendahara sejak awal menjabat: setiap warga yang tidak membayar IPL tidak akan mendapatkan layanan apapun dari pengurus. Terkait alasan warga tersebut yang menyebut adanya mobil box diparkir di dalam kompleks sebagai alasan ketidakpatuhannya, Trissen menegaskan hal itu tidak dapat diterima. “Kami telah melalui proses yang benar dengan meminta izin parkir tersebut kepada pemilik lahan, dan pihak LGB juga telah datang dua kali untuk memverifikasi. Saat diperiksa, mereka menyatakan bahwa parkiran tersebut diizinkan,” jelasnya. Oleh karena itu, pihaknya menuntut warga tersebut melunasi seluruh IPL tertunggak sebelum mendapatkan layanan kembali.
Trissen juga menyoroti komposisi warga dan pengurus RW 013 yang seimbang, dengan 50% warga keturunan Tionghoa dan 50% keturunan India, serta pengurus yang juga menjaga keseimbangan tersebut. “Kami selalu menjalankan segala sesuatu dengan prinsip keadilan, tidak pernah condong pada satu pihak saja. Bayangkan rasanya jika ada warga yang selama 4 tahun tidak membayar iuran namun masih mendapatkan layanan yang sama dengan yang lain. Jika hal ini diketahui oleh warga lain yang sudah memenuhi kewajiban mereka, pastinya mereka akan merasa tidak adil dan bisa jadi akan marah, bahkan berpikir untuk tidak membayar iuran lagi,” tambahnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh warga dan pengurus lainnya. Ade, warga RT 03 RW 013, merasa tidak adil jika warga yang tidak membayar IPL tetap mendapatkan layanan. “Enak banget kalau dia tidak membayar IPL, kasian kami yang rutin membayar. Berilah contoh yang baik agar kita semua guyub. Menurut saya, yang harus dilakukan adalah meminta dia untuk membayar IPL terlebih dahulu baru pihak pengurus RW bisa memberikan layanan padanya. Ini hal yang wajar dan adil,” ucapnya.
Sementara itu, Laksmi, Ketua RT 01 RW 013, menekankan pentingnya kewajiban membayar IPL yang berlaku sama untuk semua warga, tanpa terkecuali. “IPL yang kita bayarkan ini berlaku sama untuk semua, bahkan tanah dengan harga yang berbeda per bulan juga tetap dikenakan iuran yang sesuai aturan. Saya sendiri memiliki banyak lahan tanah, namun saya selalu membayar seluruh iuran setiap bulan. Penting untuk menjaga keadilan. Jika kasus ini dibiarkan, bisa jadi warga lain ikut-ikutan tidak membayar, yang akan menyebabkan kesulitan besar bagi pengurus dalam mengelola lingkungan,” katanya. Laksmi juga menambahkan bahwa warga tersebut pernah merayakan pernikahan anaknya dengan sangat meriah selama 3 hari, yang terlihat dari postingan di Instagram, sehingga menunjukkan kemampuan finansial untuk membayar IPL. “Alasan mobil box juga tidak masuk akal karena tidak mengganggu rumahnya sama sekali. Saya berharap kita bisa lebih hati-hati agar hal ini tidak menjadi contoh buruk,” tambahnya.
Bendahara RW 013, Kamal, juga mengingatkan agar kasus ini tidak memicu warga lain untuk tidak membayar iuran. “Beliau jelas memiliki kemampuan untuk membayar, jadi seharusnya masalah ini bisa diselesaikan melalui pembicaraan yang masuk akal dan tuntas. Sebagai bendahara, saya ingin menyampaikan bahwa biaya untuk pemeliharaan lingkungan terus keluar setiap saat. Dua tahun yang lalu, kita berhasil merapikan seluruh kompleks hingga mendapatkan standar kebersihan yang luar biasa – bahkan ruang sampah selalu dijaga kebersihannya secara terus-menerus. Perubahan yang terjadi sungguh sangat signifikan dibandingkan sebelumnya,” pungkas Kamal.
Hingga saat ini, pihak pengurus RW 013 masih berharap warga tersebut mau melunasi kewajibannya demi keadilan dan kelancaran pengelolaan lingkungan bersama.
![]()





















