Menu

Mode Gelap
Patroli Humanis Koramil 01/Jatinegara, Sisir Titik-Titik Rawan Tawuran Patroli Malam Koramil 06/Tigaraksa, Upaya Preventif Jaga Keamanan Dimalam Bulan suci Ramadhan Cegah Wabah Penyakit, Satgas Sampah Karya Bhakti di Pagedangan Ilir Babinsa Koramil 08/Kronjo Gelar Serter dan Komsos di Desa Jenggot, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat Danrem 052/Wkr Hadiri Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Good Friends Resto Lippo PN Pati: Independensi dan Integritas di Sidang Tokoh AMPB

Kejaksaan

Sambut Ramadhan, PN Koba Gelar Tradisi Nganggung Dulang

badge-check


Sambut Ramadhan, PN Koba Gelar Tradisi Nganggung Dulang Perbesar


Koba, Bangka Belitung – Suasana Aula Lantai Atas Pengadilan Negeri (PN) Koba tampak berbeda, ditengah rutinitas persidangan dan agenda kedinasan, PN Koba menggelar tradisi nganggung dulang dalam rangka munggahan bulan Syakban menyambut Ramadan 1446 Hijriah pada Kamis (12/2/26).

Kegiatan yang berlangsung Pukul 13.30 WIB tersebut diikuti oleh pimpinan, para hakim, pejabat struktural, pegawai, serta keluarga besar PN Koba. Tradisi nganggung, yang merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Bangka Belitung, ditandai dengan penyajian hidangan bersama dalam satu dulang sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.

Ketua PN Koba, Novita Witri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun nilai kebersamaan di lingkungan peradilan. “Tradisi nganggung dulang ini adalah bagian dari identitas masyarakat Bangka Belitung. Kami ingin nilai kebersamaan dan gotong royong tetap hidup, termasuk di lingkungan Pengadilan Negeri Koba,” ujar Novita Witri dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, bulan Syakban merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadan. “Melalui munggahan ini, kami saling mendoakan, saling memaafkan, dan membersihkan hati. Ini menjadi bekal moral dan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan,” katanya.

Usai doa bersama, dulang-dulang dibuka dan disantap secara serentak. Berbagai hidangan khas seperti lepat, ketupat, lontong, opor ayam, dan rendang tersaji hangat. Seluruh peserta duduk berbaur tanpa sekat jabatan, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.

Menurut Ketua PN Koba, nilai kebersamaan tersebut memiliki relevansi langsung dengan kualitas pelayanan publik di bidang peradilan. “Dalam suasana santap bersama, tidak ada sekat jabatan. Semua menjadi satu keluarga besar. Kebersamaan ini penting agar semangat kolegialitas juga tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan,” tuturnya.

Pelaksanaan tradisi nganggung dulang di PN Koba menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan tugas dan fungsi lembaga peradilan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan independensi, nilai kearifan lokal menjadi penguat integritas moral dan empati aparatur.

Melalui kegiatan tersebut, PN Koba menegaskan komitmennya untuk menjaga harmoni internal, memperkuat nilai spiritual, serta menghadirkan pelayanan peradilan yang humanis, berintegritas, dan berkeadilan bagi masyarakat Bangka Tengah.

Loading


Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PN Pati: Independensi dan Integritas di Sidang Tokoh AMPB

22 Februari 2026 - 05:25 WIB

Safari Ramadhan, Ketua PT Padang: Ramadhan Momentum Penguatan Sosial & Hukum

21 Februari 2026 - 10:15 WIB

Ketua PT Pontianak Sidak ke PN Pontianak, Ini Arahannya !

21 Februari 2026 - 10:14 WIB

PT Manado Gelar Rakor Percepatan Penyelesaian Perkara Perdata

21 Februari 2026 - 10:12 WIB

Rapat Sinkronisasi Identifikasi Permasalahan Sistem Penanganan Perkara Terpadu Berbasis Teknologi Informasi, MA Mendapat Apresiasi Tinggi Dari Kemenkopolkam

20 Februari 2026 - 12:11 WIB

Trending di Kejaksaan