Jakarta, Pengadilan Negeri Atambua menyambut anak-anak PAUD Adhyaksa Kabupaten Belu sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan program peradilan yang humanistik dan lingkungan Pengadilan yang ramah anak.
Tawa dan suara langkah kaki kecil memenuhi Koridor Pengadilan Negeri (PN) Atambua Kelas IB, Jumat (06/03/2026).

Sebuah suasana yang jarang dirasakan di gedung pengadilan yang terletak di perbatasan Indonesia – Republik Demokratis Timor Leste itu.
Sebanyak 40 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Adhyaksa Kabupaten Belu mengunjungi gedung pengadilan untuk mempelajari lebih lanjut institusi benteng keadilan tersebut.
Suasana acara kunjungan PAUD Adhyaksa Kab. Belu di Pengadilan Negeri Atambua | Dok. PN Atambua
Kunjungan edukatif ini adalah wujud nyata komitmen Pengadilan Negeri Atambua dalam mengimplementasikan konsep Pengadilan Ramah Anak.
Tujuannya adalah menanamkan pemahaman bagi generasi muda bahwa pengadilan bukan untuk ditakuti, melainkan tempat mencari keadilan dan rumah bagi perlindungan hak setiap warga negara, termasuk anak-anak.
Kehadiran siswa PAUD Adhyaksa ini membuktikan komitmen PN Atambua dalam menjalankan misi Mahkamah Agung RI: memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan dan inklusif. Inilah wujud nyata dari upaya mewujudkan Badan Peradilan yang Agung yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.
Kegiatan dimulai dengan berkeliling ke area gedung pengadilan yang dipandu oleh Kak Buce dan staf-staf pengadilan lainnya.
Anak-anak diajak melihat langsung fasilitas-fasilitas penting, seperti ruang sidang utama, ruang sidang anak, ruang penahanan, dan ruang ramah anak.
Suasana megah ruang sidang utama diperkenalkan oleh Kak Buce melalui penjelasan sederhana mengenai posisi kursi hakim dan jaksa serta penasihat hukum.
Di ruang sidang anak Kak Buce menerangkan bahwa ruangan tersebut dirancang khusus demi memberikan kenyamanan psikologis bagi anak-anak yang berkonflik dengan hukum.
Anak-anak kemudian melihat langsung area ruang penahanan melalui pengawasan ketat dan penjelasan edukatif dari Kak Buce.
Terakhir, ruang ramah anak menjadi favorit anak-anak di mana mereka melihat fasilitas literasi (Pojok Baca) yang disediakan oleh Pengadilan Negeri Atambua untuk pengunjung umum.
“Pengadilan Negeri Atambua berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas agar menjadi lembaga instansi penegak hukum yang ramah anak. Kami ingin anak-anak memahami sejak usia dini bahwa hukum ada untuk melindungi, bukan untuk ditakuti.
Kehadiran anak-anak dari PAUD Adhyaksa hari ini merupakan energi positif bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik yang mengutamakan kemanusiaan,” ujar Bapak Teguh Ujang F. Bureni, S.H., M.H., kepada para murid dan guru pendamping.
Suasana kunjungan menjadi meriah saat sesi kuis interaktif dimulai oleh staf pengadilan.
Staf pengadilan melontarkan pertanyaan-pertanyaan menarik kepada para murid tentang ruangan-ruangan dan fasilitas-fasilitas yang baru saja mereka ketahui.
Doorprize kecil berupa makanan ringan dan tepuk tangan meriah dari murid-murid PAUD Adhyaksa diberikan kepada anak-anak yang berani maju untuk menjawab kuis yang disampaikan oleh pemandu.
Kunjungan PAUD Adhyaksa ke Pengadilan Negeri Atambua menunjukkan bahwa edukasi hukum dapat disampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan.
Melalui informasi terbuka dan pendekatan humanistik, Pengadilan Negeri Atambua menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini di wilayah perbatasan Negeri.
Penulis: Fina Safira
![]()





















